Kamis, 03 Maret 2016


Salam kenal. Saya penulis blog ini adalah seorang dokter. Blog ini saya buat dengan tujuan hanya sebagai sarana curhat saja sih.. karena bagi saya segala sesuatu yang dilakukan dengan hati pasti menjadi berbuah manis (iklan banget ya..lebay abis :D)

Jadi ijinkan saya menjelaskan dulu maksud dibalik judul blog ini/ Tulisan Kodok. Tulisan ya artinya tulisan titik. tapi kodok.. nah ini dia kenapa KODOK? Jadi saat saya membuat blog ini saya terinsipirasi dari kisah seekor kodok yang terjebak di sumur. Suatu hari 2 ekor kodok sedang berjalan lalu terjerembab ke dalam sumur. Lalu mereka berdua berlompat-lompat supaya keluar dari dalam sumur.. (yaiyalah.. masa lompat lompat krn latihan zumba atau SKJ wkwk..) Nah teman2 mereka yang datang melihat dari atas sumur bukan menolong mereka malah meneriaki mereka. Katanya, "Sudah!! Tidak mungkin berhasil!  Sumur in dalam sekali, kalian tidak akan bisa keluar!!" Sontak se ekor kodok pun akhirnya kelelahan melompat dan akhirnya berhenti. Namun berbeda dengan temannya yang terus melompat malah semakin semangat. Teman2 mereka yang di atas sumur terus menerus meneriaki si kodok yang masih melompat dengan kata2 negatif, mustahil, usaha sia2 dsb.. Namun dengan kegigihan yang kuat akhirnya Jrengggg!! si kodok berhasil keluar dari dalam sumur! ternyata setelah sampai di atas teman2 mereka bingung kok sudah dibilang mustahil, sudahlah tidak usah diteruskan, sia2.. akan tetapi malah tetap melompat? Ternyata si kodok yang berhasil keluar adalah TULI!! sehingga sang kodok tuli itu mengira teriakan mereka itu untuk menyemangatinya dan terus berjuang sampai berhasil keluar.

Nah pembaca yang budiman..

Sebelumnya ada suatu hal yang mengganggu akal dan pikiran serta ahlak saya..Hmm kenapa seringkali para pembaca disebut "budiman"? Apa yang dilakukan para pembaca sehingga layak disebut budiman?
Budiman menurut KBBI adalah /bu·di·man/ n orang yang berbudi, pintar, dan bijaksana.
Dari arti katanya saja menunjukkan seolah-olah seluruh pembaca yang ada di dunia maya maupun dunia nyata adalah orang-orang yang pintar dan bijaksana. Pertanyaannya sekarang.. emang bener??
Kalau ternyata yang baca hal ini seorang buronan polisi bagaimana? ato koruptor? atau seorang pembunuh berdarah dingin? pencuri? layakkah mereka disebut dengan panggilan "BUDIMAN"?

Sahabatku,

Setelah mempertimbangakan, membaca, menganalisa dan merenungkan kembali.. ternyata maksud dari menyebut para pembaca yang "budiman" adalah sebuah metafora. Metafora yang dimaksud mungkin adalah harapan penulis bahwa agar supaya yang membaca tulisan sang penulis menjadikan para pembacanya lebih pintar dan bijaksana dan berbudi. Mungkin juga maksud sang penulis adalah bahwa tulisannya memang hanya ditujukan kepada orang yang pintar dan bijaksana. Wah ini sih menurut saya arogan.. klo kebetulan yang baca bocah ingusan, anak ABG alay, atau segilintir orang diluar sana yang "merasa pintar" tapi sebnarnya 180 derajat sebaliknya GIMANA DONG? Kan kita tidak bisa membatasi siapa yang mau mebaca sebuah tulisan. Walaupun dalam beberapa hal ada tulisan yang memang hanya dapat dimengerti oleh suatu kumpulan orang khusus seprti huruf braile (untuk kaum tuna netra). jurnal2 medis (bagi para cendekiawan kesehatan) dsb..

Tapi tetap saja mrupakan suatu hal yang baik menyapa para pembaca dengan sapaan BUDIMAN. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa panggilan ini adalah sebuah doa dan harapan dari penulis terhadap para pembacanya. Seperti saya juga menyapa para pembaca dengan kata SAHABAT denga harapan agar para pembaca bisa menjadi seperti layaknya sahabat, tempat berbagi canda dan tawa juga suka dan duka.

Kembali ke kisah kodok.. Jadi kita dalam hidup sering terjerumus ke dalam sebuah masalah. Entah masalah apapun itu, baik cinta, keluarga, keuangan, studi dan pekerjaan semua bisa menimbulkan MASALAH. DAlam mengahdapi masalah itu selalu ada saja orang2 yang ingin menjatuhkan atau bahkan tidak berniat jahat namun kata2 merekan tidak membuat kita semangat. Akan tetapi belajar dari kisah si Kodok Tuli itu.. kita bisa kok MENGIYAKAN kata2 mereka yang menjatuhkan kita dan akhirnya tetp terjebak dalam masalah kita. Tapi kita bisa MENGABAIKAN kata2 mereka yang negatif dan fokus apda SOLUSI dan JALAN KELUAR. Terus menerus berusaha dan tak peduli apa yang mereka bilang!! Sampai akhirnya kita berhasil lolos dan menatap mata para Haters dan pencemooh itu dengan pandangan sok cool dan belagu dikit sambil berkata "Asata la Vista baby.." dengan gaya terminator :D

Jadi sahabatku

Tirulah Si Kodok Tuli. Ya, saya sangat terinspirasi dengan kisah ini bahkan aya menggambarkan diri saya pun seperti Kodok tuli ini, makanya Judul Blog ini saya buat Tulisan Kodok.. Kodok juga merupaka sebuah singkatan dari Koas dan Dokter. Sebab bagi saya hidup seorang dokter yang saya jalani ada dua fase yang paling banyak cerita, yaitu saat Koas dan setelah menjadi Dokter. Mau spesialis kek, mau umum kek, udah profesor kek tetap aja dokter sebab semua tergabung di Ikatan Dokter Indonesia.

Salam Kodok Tuli!